Pelayanan kesehatan masyarakat di daerah memang merebak dan beragam. Mungkin bisa disesuaikan dengan angin dan janji politik. Seperti yang terjadi di beberapa daerah, melaui bupati, walikota, dan gubernur yang terpilih. Beberapa puskesmas membuka gratis bagi masyarakat yang berobat. Kadang hasilnya memuaskan atau tidak, mungkin tergantung dari pelayanan yang berdinas di bidang kesehatan.

Disamping ada yang gratis, ternyata ada pula yang tetap membayar, Salah satu daerah adalah di lingkungan kabupaten Bogor, tapi di sini tidak akan menyebutkan desa mana. Sekali mendaftar Rp8000,- bagi yang tidak memiliki BPJS. Pelayananan pun sudah bagus dengan menggunakan computer server. Pasien pun dengan mudah terlayani. Masyarakat pun tidak protes dengan biaya sebesar nominal yang disebutkan di atas.

Kadang kami iri bagi puskesmas yang berada di daerah lain, misalnya, lingkup kota Depok dan Jakarta. Meskipun dapat pelayanan gratis di puskesmasnya, obat-obatan yang diberikan pun penuh sehari 3 x 1 dapat mencapai 3 hari. Itulah pelayanan yang terbaik bagi masyarakat kecil. Bagaimana dengan di wilayah Bogor? Tapi kami tidak mengatakan semua desa di Bogor. Ini hanya ada beberapa bagian desa di wilayah Bogor, dimana sudah bayar, tapi dapat obat sangat minimalis. Kadang ada 3 macam, kadang hanya 2 macam saja. 3 x1 dalam peraturan minum obat, ternyata hanya dapat 5 butir, bukankah hanya untuk sehari, yang sisa keesokan harinya 2 butir.

Kami dari masyarakat kecil hanya menghimbau kepada dinas kesehatan pemerintah Bogor, agar dapat meneliti tiap puskesmas di desa. Agar pelayanannya dapat diperbaiki lagi, jika tetap demikian masyarakat yang kurang mampu menjadi enggan untuk berobat ke puskesmas lagi. Itulah sekelumit jeritan masyarakat kecil yang berada di daerah pegunungan, hidup sudah sulit, ditambah dengan pengobatan yang sulit pula.

Kami angkat jempol bagi kota Depok dan Jakarta, yang betul-betul sudah memberi palayanan kesehatan gratis dengan obat-obatan yang lebih dari cukup, dan dapat sembuh. Jangan sampai terjadi pula, jika ada yang sakit harus pergi ke rumah saudaranya yang di Depok dan berobat di sana. Itulah perlunya kita harus mengetahui sejauh mana di daerah pedalaman, memberi pelayanan kesehatan masyarakat, sudah maksimal atau hanya sekedar pelayanan saja.