Sajak & Puisi

Kanal Puisi

Ruang bagi kata-kata yang menolak untuk sekadar menjadi kalimat. Baris-baris sajak yang mencoba menangkap esensi dari yang tak terkatakan.

ANTARA PACAR, KAU, DAN ORANG TUAKU
Puisi

ANTARA PACAR, KAU, DAN ORANG TUAKU

Antara Pacar, Kau, dan Orang Tuaku adalah puisi yang mengangkat konflik batin seseorang yang berada di persimpangan antara mempertahankan cinta dan menghormati restu orang tua. Dengan nuansa malam yang sunyi serta simbol-simbol seperti lampu jalan, angin, dan lolongan yang menggema, puisi ini menghadirkan rasa gelisah, kepasrahan, dan harapan yang terus bertahan di tengah luka. Karya ini mengajak pembaca merenungkan bahwa tidak semua pilihan dalam hidup dapat dijalani tanpa pengorbanan.

KAMI PERCAYA INDONESIA
Sejarah

KAMI PERCAYA INDONESIA

Puisi ini mengungkapkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang diraih melalui pengorbanan darah dan air mata para pahlawan. Dengan semangat nasionalisme yang kuat, penyair mengajak generasi penerus untuk terus menjaga persatuan, memberantas kebusukan yang masih tersisa, serta membangun Indonesia yang lebih bermartabat, berwibawa, dan sejahtera.

LULUH
Puisi

LULUH

Sebuah puisi tentang cinta yang tumbuh diam-diam dalam hati. Rasa bahagia saat bersama, kegelisahan saat berjauhan, dan harapan sederhana agar cinta itu akhirnya terbalas.

MENANTANG RESAH
Puisi

MENANTANG RESAH

Puisi “Menantang Resah” karya Henk menghadirkan pergulatan batin manusia antara panasnya godaan, suara kesesatan, dan harapan untuk kembali pada ketenangan jiwa.

UNTUK APA NAFAS
Puisi

UNTUK APA NAFAS

Puisi Kritik Sosial tentang Nafsu, Kehidupan, dan Tangisan Bumi