Kembali ke katalog
Sastra

MALAM REDUP REMANG-REMANG

Henkir Alam·Terbitan Tahun 2025·Drama·Ongoing
MALAM REDUP REMANG-REMANG
Sinopsis Cerita
Sebenarnya keluarga Nurhaeni dan suaminya bahagia. Namun setelah memiliki dua orang buah hati, laki-laki dan perempuan. Nurhaeni yang selalu disingkat dipanggil Nur harus hidup sebagai single farent, karena suaminya meninggal. Sebagai seorang janda ia kerap menerima godaan dari laki-laki. Ada seorang laki-laki yang bernama Tilman kerap datang ke rumahnya. Mengharapkan cinta lamanya, karena ia adalah laki-laki yang mencintai Nur sejak masih remaja. Manda dan Sinta sebagai anak Nur kerap selalu mendapat pertolongan mengenai hal sekolah. Kegigihan Nur yang tak ingin dibantu, karena dia masih bisa berusaha untuk menyekolahkan anak-anaknya tanpa bantuan siapa pun. Namun ketika datang Datala, seorang perantau dari Bandung, Nur hatinya luluh. Ia bersedia hidup bersama Datala, demi anak-anaknya. Harapan dan kenyataan kadang tidak terjadi pada apa yang dicita-citakannya. Nur kali ini harus bisa memutuskan dengan bijak, siapa di antara dua laki-laki yang dipilihnya? Sebab hal itu semua demi anak-anaknya yang memang sudah berharap dan minta kepada ibunya agar mereka memiliki seorang ayah. Sebetulnya apa yang telah terjadi dalam keluarga tersebut, sehingga Nur harus mengambil jalan yang terbaik untuk kebahagiaan anak-anaknya. Lantas siapakah satu diantara mereka yang beruntung dapat hidup bersama Nur? Bahagiakah keluarganya jika keputusan Nur akhirnya terwujud? Yuk, kita simak aja dengan alur yang kalem agar dapat mencerna ketentuan akhir cerita ini. Selamat membaca.
Tentang Karya Ini

Sebagai seorang wanita yang hidup sendiri, karena cerai mati dengan suaminya. Nur yang janda tetap gigih mempertahankan nasib hidupnya demi kedua buah hatinya yang masih sekolah. Manda dan Sinta adalah kakak beradik yang punya semangat tinggi untuk belajar, meskipun ganjalan di sekolah yang kadang kurang biaya. Dan Nur memang menyadari betapa berat beban hidup tatkala sudah sendiri.

Kadang ada laki-laki bernama Tilman yang mendekatinya dan kerap menolong dari kesulitan. Tapi Nur masih menutup hatinya untuk Tilman, ia masih ragu apakah nanti akan bisa menjadi ayah yang baik bagi buah hatinya. Pada saat hatinya gamang datang pula seorang pemuda bernama Datala. Justru persoalannya sangat berbeda jauh dengan Tilman. Nur sepertinya telah membuka hatinya untuk pemuda ini. Dan ia yakin Datala mampu menjadi suami sekaligus ayah yang baik.

Persoalan datang tak terduga sehingga Nur harus tetap memilih salah satunya. Lalu apakah perasaan cinta dan tidak cinta dapat disamakan. Itulah yang membuat ia bingung. Datala dan Tilman sudah bertemu, salah seorang mengalah untuk memberikan jalan terbaik agar Nur menikah.

Nur menjadi bingung dan galau, apakah ia harus tetap menikah? Sementara anak-anaknya sudah berharap agar ia memiliki ayah. Nur akhirnya menyerah, maka keputusan yang tak terduga pun terjadi. Untunglah Manda dan Sinta tetap menerima siapa pun yang akan menjadi ayahnya. Dan malam pun redup, disaput remang-remang yang membias. Membuat keluarga itu berada dalam sisi malam yang gelap.

Yuk, deh kita ikuti saja kisah keluarga ini. Selanjutnya apa yang sebenarnya terjadi sehingga pilihannya harus jatuh pada orang yang salah? Kisah ini terjadi pada era 1980 an, dimana tekhnologi digital belum merebak seperti sekarang ini.

Sastra Indonesia

Dukung LiharAksara

Jika Anda menikmati tulisan ini, Anda dapat memberikan dukungan agar kami bisa terus menyajikan konten yang berkualitas.

Beri Dukungan

Terima kasih atas apresiasi Anda

Diskusi

0 Komentar