MALAM REDUP REMANG-REMANG

Sebagai seorang wanita yang hidup sendiri, karena cerai mati dengan suaminya. Nur yang janda tetap gigih mempertahankan nasib hidupnya demi kedua buah hatinya yang masih sekolah. Manda dan Sinta adalah kakak beradik yang punya semangat tinggi untuk belajar, meskipun ganjalan di sekolah yang kadang kurang biaya. Dan Nur memang menyadari betapa berat beban hidup tatkala sudah sendiri.
Kadang ada laki-laki bernama Tilman yang mendekatinya dan kerap menolong dari kesulitan. Tapi Nur masih menutup hatinya untuk Tilman, ia masih ragu apakah nanti akan bisa menjadi ayah yang baik bagi buah hatinya. Pada saat hatinya gamang datang pula seorang pemuda bernama Datala. Justru persoalannya sangat berbeda jauh dengan Tilman. Nur sepertinya telah membuka hatinya untuk pemuda ini. Dan ia yakin Datala mampu menjadi suami sekaligus ayah yang baik.
Persoalan datang tak terduga sehingga Nur harus tetap memilih salah satunya. Lalu apakah perasaan cinta dan tidak cinta dapat disamakan. Itulah yang membuat ia bingung. Datala dan Tilman sudah bertemu, salah seorang mengalah untuk memberikan jalan terbaik agar Nur menikah.
Nur menjadi bingung dan galau, apakah ia harus tetap menikah? Sementara anak-anaknya sudah berharap agar ia memiliki ayah. Nur akhirnya menyerah, maka keputusan yang tak terduga pun terjadi. Untunglah Manda dan Sinta tetap menerima siapa pun yang akan menjadi ayahnya. Dan malam pun redup, disaput remang-remang yang membias. Membuat keluarga itu berada dalam sisi malam yang gelap.
Yuk, deh kita ikuti saja kisah keluarga ini. Selanjutnya apa yang sebenarnya terjadi sehingga pilihannya harus jatuh pada orang yang salah? Kisah ini terjadi pada era 1980 an, dimana tekhnologi digital belum merebak seperti sekarang ini.
Daftar Isi
Dukung LiharAksara
Jika Anda menikmati tulisan ini, Anda dapat memberikan dukungan agar kami bisa terus menyajikan konten yang berkualitas.
Beri DukunganTerima kasih atas apresiasi Anda
Diskusi
0 Komentar